Apa itu Kamera Mirrorless ?

Kamera Mirrorless – Kamera mirrorless merupakan kamera yang memiliki kualitas gambar setara dengan DSLR namun Mirorrles tak memiliki kaca atau pantaprisma. Kamera mirrorless masih masuk dalam kategori kamera interchangeable atau kamera yang bisa diganti lensanya. Kamera mirrorless terus mengalami perkembangan dan perbaikan disetiap waktunya. Menurut sewa kamera mirrorless Jogja, banyak sekali fotografer profesional dalam maupun luar negeri yang memprediksi bahwa kamera mirrorless akan menjadi kamera favorit para fotografer karena semakin hari kamera ini selalu mengalami perkembangan yang luar biasa ditambah dengan kelebihan-kelebihan yang dimilikinya dibandingkan dengan kamera DSLR. Mirrorless pertama kali mengeluarkan Epson R-D1 yang lahir pada 2004 hingga pada 2008 perusahaan Panasonic merilis kamera mirrorless bernama Panasonic Lumix DMC-G1 di Jepang. Sampai saat ini 2015 kamera mirrorless menjadi semakin lebih powerfull dalam setiap sisinya tak hanya simpel dan ringan, namun fitur yang dihadirkan tidak kalah dengan kamera DSLR.

Kamera mirrorless mencoba membuat kamera dengan ukuran yang lebih kecil, dengan syarat harus menghilangkan cermin dan prisma. Konsekuensinya tidak ada jendela bidik optik jadi kamera mirrorless membidik hanya melalui cara live view yang artinya kita lihat di LCD dan pada prinsipnya adalah melihat apa yang dilihat oleh sensor. Dengan menghilangkan cermin pada kamera mirrorless maka desain sensor bisa didorong sedikit kedepan atau mendekati lensa jadi jarak fokal flange di kamera mirrorless menjadi lebih dekat bila dibandingkan dengan kamera DSLR. Desain kamera juga terlihat lebih simpel dan jauh lebih kecil. Kamera mirrorless jauh lebih sederhana walaupun ada kompromi khususnya terkait dengan kinerja auto fokus kamera mirrorless.

Menurut rental kamera jogja, dengan model kamera yang mengesankan , memiliki banyak kegunaan dan dikemas dalam bentuk yang ramping , menawarkan kualitas gambar yang sangat super dan tepat sasaran. Dengan bentuk yang kecil dan bisa memilih sendiri jenis lensa yang akan digunakan. Kamera mirrorless telah memiliki banyak peminat beberapa jenis kamera mirrorless yang diminati. Sony Alpha A-7R II memiliki bodi yang ramping dibandingkan dengan pendahulunya memiliki pencahayaan yang alami untuk stabilisasi gambar. Kamera ini juga memiliki fitur wearther sealing dan lensa yang dapat dilepas dan diganti dengan lensa yang lebih besar. Sony A-6000 sudah hadir sejak beberapa tahun belakangan ini kamera ini dilengkapi dengan sensor gambar APS-C 24,3 megapiksel, kecepatan memotret hingga 11 frame per-detik, resolusi video 1080p serta dengan fitur Wi-Fi dan NFC. Sony A-5000 merupakan kamera mirroless yang paling murah bentuknya menyerupai bentuk kamera seri nex-3. Sony A-6300 yang menawarkan begitu banyak kecanggihan serta kemudahan dalam penggunaannya dengan sistem autofokus tingkat tinggi resolusi 4K dan memiliki kualitas foto low-light.

Kelebihan yang dimiliki kamera mirrorless adalah tidak memiliki cermin yang membuka dan menutup. Kamera mirroless juga tidak memiliki view finder sehingga untuk melihat objek gambar harus melihat LCD untuk melakukan live preview, namun hasil gambar yang dihasilkan tetap sama seperti yang ada pada tampilan live preview. Desain minimalis serta bobot yang ringan sangat cocok untuk para traveler yang sering merasa terbebani jika harus membawa kamera dengan bobot yang berat. Dilengkapi dengan aksesori dan lensa yang beragam, mirrorless ini juga disuguhkan dengan lensa yang tak sejenis. Menggunakan elektronik view finder memiliki kelebihan besar atas OVF kelebihan tersebut salah satunya adalah tampilan yang sama antara LCD dan EVF yang menjadikan apa yang dilihat pada tampilan LCD adalah apa yang didapatkan pada hasil gambar. Harga terjangkau hadir dengan harga yang murah tetapi memiliki fitur yang tidak murahan.

Kekurangan pada kamera mirrorless adalah pegangan saat pengambilan gambar tidak sekokoh kamera DSLR, karena dengan bobot yang ringan dan bentuk yang minimalis. Masih kunonya mode continous pada mirrorless kamera masih mengandalkan contrst detect, menyebabkan lemah dalam memotret objek yang bergerak. Dan mirorless ini tak cocok jika dipasangkan dengan lensa yang mengandalkan mode continious. Red dot patterns pada saat pengambilan gambar yang terkena sinar matahari dengan aperture yang kecil. Elektronic vie finder (EVF) yang masih tergolong lambat dan tidak responsif. Dan yang terakhir adalah bors dalam penggunaan baterai, baterai yang terisi penuh hanya mampu bertahan 3 sampai 4 jam saja, jadi untuk para pengguna mirrorless harus membawa baterai cadangan saat melakukan pemotretan.