Balita Asal Nganjuk Derita Gizi Buruk

Seorang balita berusia tiga tahun enam bulan di desa kwagean loceret nganjuk jawa timur menderita gizi buruk akibat kondisi ekonomi orang tuanya yang miskin selain menderita gizi buruk balita malang ini kini juga menderita lumpuh layu.

Kondisi mohammad herman bayi berusia 3 tahun 6 bulan ini hanya bisa berbaring di lantai tanah beralaskan tikar anak dari pasangan subari 45 tahun dan karimah 40 tahun ini sejak setahun terakhir juga mengalami lumpuh layu yang memprihatinkan sepasang bola mata herman juga buta meski terlihat terbuka.

Subari orang tua herman mengaku tidak ada tanda-tanda yang aneh pada kelahiran anak semata wayangnya ini sejak kecil hingga usia 3,6 tahun sekarang bocah ini hanya mampu berbaring menangis dan merengek saja. Seusia bayi normal berat herman seharusnya mencapai 15 kilo gram namun saat ini berat bayi ini hanya 9 kilo gram.

Subari menambahkan herman hanya diperiksa dan diterapi sebulan sekali ke puskesmas setempat namun tidak ada perkembangan dan kemajuan yang berarti.

Sementara itu dari keterangan warga sehari-hari herman dirawat bapaknya yang kurang normal kejiwaannya sedangkan karimah bekerja sebagai pembantu rumah tangga dan hanya bisa merawat herman pada malam hari kondisi keluarga mereka memang tidak punya.

Selama ini herman sangat kurang perhatian terutama gizinya. Dugaan sementara yang membuat herman terserang lumpuh layu karena sejak kecil belum dilakukan imunisasi polio.

Meski kondisi anaknya sangat memprihatinkan subari dan keluarganya tetap berharap ada bantuan dari pemerintah setempat untuk menyembuhkan anaknya.

Kelangkahan pupuk di berbagai daerah di jawa timur membuat para petani resah. Di nganjuk jawa timur para petani khawatir kelangkaan pupuk ini akan berdampak pada menurunnya hasil panen.

Beberapa petani di desa sumber kepuh kecamatan tanjung anom nganjuk kemarin berkumpul di gubuk tengah sawah mereka semua membicarakan kelangkaan pupuk para petani mengungkapkan keresahan tentang kelanjutan tanaman padinya yang sudah berumur 15 hari.

Jika tidak segera di pupuk dalam waktu 1 minggu lagi maka tanaman padi sekitar 400 hektar di kecamatan tanjung anom akan menggalami keterlambatan tumbuh dan berujung pada gagal panen.