Kontraktor Kubah Masjid di Mamuju Sulawesi Barat

Kontraktor Kubah Masjid di Mamuju Sulawesi Barat

Kontraktor Kubah Masjid di Mamuju Sulawesi Barat

Pagi yang cerah telah datang. Seorang pemuda yang sedikit gemuk mulai bangun dari tidur semalaman. Dia terbangun seakan-akan sudah ada yang membangunkannya. Aroma masakan ayam sang istri menggugah bangunannya tadi. Secangkir kopi hitam sudah siap di atas meja kamar samping kanan tempat tidurnya. Sang istri yang mengetahui suaminya berangkat kerja pagi hari ia setelah bangun pagi selalu memasak untuk suami sarapan. Suami bekerja sebagai kontraktor kubah masjid di Mamuju. Suami yang beranjak dari tempat tidur langsung mandi dan menemui sang istri yang sedang memasak di dapur. Sang suami mengaku sudah kesiangan bangun karena pagi-pagi buta harus menemui pak haji di seberang kota.

Sang suami menemui pak haji dengan tujuan mengambil gambar kubah masjid yang akan beliau pesan. Beliau akan membangun kubah masjid tetapi beliau sudah mempunyai desain kubah masjid sendiri. Pak haji yang sebelumnya belum pernah sama sekali memesan kubah masjid di kontraktor kubah masjid merasa kebingungan. Kemudia seorang pemuda kontraktor tersebut menemui pak haji pagi-pagi sbelum berangkat ke kantor. Sang suami sangat cepat-cepat hingga ia tidak sempat sarapan pagi. Sang istri yang saat itu sudah selesai memasakkan untuk suami menawari agar membawa bekal makanan yang nantinya bisa dimakan selesai bertemu pak haji. Namun karena waktunya sudah telat, sang suami langsung pamitan untuk berangkat pergi. Sesampainya di seberang kota, dia sampai tempat pada tujuan yang kemarin dijanjikan olehnya bertemu pak haji. Pak haji ini masih tetap menunggunya di tempat tersebut mulai dari habis sholat subuh tadi. Saat perkenalan pria tersebut menyebutkan bahwa dirinya kontraktor kubah masjid beliau langsung tersenyum. Dan beliau langsung berkata Said.

Waktu itu sang kontraktor kebingungan. Dengan nada sedikit kurang yakin dia menjawab kok bisa tahu nama ayah saya. Pak haji tersenyum kembali dan mengatakan apa benar kamu anaknya said orang Mamuju. Ayahmu dahulu jualan sapi dengan jualan kubah masjid. Saat mendengar itu kontraktor menjawab dengan yakin iya ayah saya jualan sapi dan kubah masjid di Mamuju. Pak haji menyambungkannya bahwa dirinya dahulu punya teman sama-sama penjual sapi bisa jadi itu ayahmu. Dia mempunyai perawakan yang gemuk, pendek, dan berkulit sawo matang. Bapak punya foto beliau tetapi fotonya di rumah saya. Dan tanpa fikir panjang pak haji mengajaknya sang kontraktor kubah masjid tersebut pulang kerumahnya. Sesampainya di rumah, pak haji menunjukkan foto tersebut. Walhasil memang benar itu foto ayah kontraktor waktu masih muda. Suasana menjadi sedih saat sang kontraktor mengabarkan bahwa ayahnya saat ini sudah meninggal sekitar satu tahun lalu karena sakit diabetes. Pak haji yang kaget langsung memeluk sang kontraktor sambil mengucap yang sabar semua sudah ada jalannya masing-masing.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*
Website