Kontraktor Kubah Masjid di Makassar Sulawesi Selatan

Kontraktor Kubah Masjid di Makassar Sulawesi Selatan

Kontraktor Kubah Masjid di Makassar Sulawesi Selatan

Mentari merah di ufuk barat menandakan hari perlahan-lahan semakin petang. Orang-orang yang di luar rumah berhambuhan mencari tempat untuk berlindung dari kegelapan. Mereka masuk rumah masing-masing bagi yang sedang di luar rumah. Sedangkan mereka yang sedang dalam perjalanan mereka berusaha cepat melanjutkan perjalanan agar segera sampai pada rumah  atau tujuan mereka masing-masing. Bapak Dahlan Amir salah satu pengguna jalan, mengendarai sepeda motornya dari tempat kerjaan. Beliau bekerja sebagai kontraktor kubah masjid di kota Makassar Sulawesi Selatan. Tempat kerja dengan rumahnya sekitar dua puluh dua kilo meter setiap hari dia tempuh pagi dan sore hari.

Saat bapak Amir melewati jalan mawar beliau tidak sengaja menabrak seekor kucing. Seekor kucing tiba-tiba berlari saat pak Amir melewati jalan tersebut. seekor kucing ini tidak seketika mati. Dengan rasa takut bapak Amir langsung menghentikan motornya yang dia kendarai dan menolong kucing tersebut. Seekor kucing tersebut sempat berlari minggir dari jalan raya tetapi setelah di lihat bapak Amir ternyata kucing ini masih berbaring di pinggir jalan sambil kakinya memancat-mancat. Hati siapa yang tega melihat seekor kucing dalam keadaan seperti itu. bapak dahlan sempat meneteskan air mata. Saat itu pula banyak orang-orang yang sedang berangkat ke mushola dekat dengan kejadian tersebut. salah satu warga yang mengetahui menanyakan kepada bapak Dahlan dari mana dan akan kemana. Bapak Amir dengan wajah yang sedih beliau menjawab dari kantor mau kerumah. Dan bapak Amir menceritakan beliau seorang kontraktor kubah masjid di daerah kota Makassar yang akan pulang ke rumahnya di sebelah ujung timur kota Makassar.

Tidak beberapa kemudian kucing ini mati. Dan mushola terdekat sudah memulai sholat. Pak Amir melakukan sholat terlebih dahulu. Kemudian dia akan mengubur kucing yang dia tabrak. Seperti cerita yang pernah di dengar dari orang tuanya yang ada di Jawa oleh bapak Amir terdahulu jika menabrak seekor kucing kalau dia mati maka harus yang mengubur orang yang menabrak tersebut dan di kafani atau di bungkus dengan kainyang dia kenakan saat menabraknya. Jika hal tersebut tidak dihiraukan maka akan terjadi suatu musibah. Bapak amir mengiat saat itu, beliau langsung bergegas melepas bajunya yang ada tulisan kontraktor kubah masjid. Baru kemudian bapak Amir mengubur di belakang rumah pemilik kucing tersebut. Selesai menguburkan, bapak Amir ini diajak masuk kerumah pemilik kucing. Bapak Amir diajak minum kopi. Bapak Amir meminta ma’af telah menabrak kucingnya. Namun, pemilik kucing tersebut, sudah memakluminya karena memang musibah. Saat perjalanan pulang bapak Amir masih kefikiran dengan kucing tersebut dan kaosnya tadi. Karena kaos tersebut adalah seragam kerjanya dan salah satu kaos miliknya yang ada tulisan kontraktor kubah masjid. Namun, bapak Amir mengembalikan fikirannya lagi, kalau tidak menggunakan kaos tersebut harus memakai kain mana lagi untuk mengubur kucing malang tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*
Website