Foxconn Investasi di Batam

Foxconn’s rencana untuk berinvestasi di Indonesia telah menjadi kenyataan. Sekarang rencana telah menyadari dengan Majelis pabrik ponsel di Batam.

Tetapi pabrik tidak sebagai skala besar di Cina atau India. Foxconn membuatnya hanya untuk ponsel Majelis hanya. Dalam operasi yang dilakukan oleh Global PT. Infocus konsumen internasional (ICI) yang merupakan anak perusahaan dari Foxconn.

“Kami berinvestasi di Indonesia melalui pabrik ICI di Batam untuk menghasilkan ponsel mereka sendiri,” kata Sukaca Purwokardjono Country Director Foxconn Indonesia ketika ditemukan di Jakarta.

Dalam membangun pabrik di Batam, ICI telah menginvestasikan Rp 50 miliar. Mereka juga bekerjasama dengan PT Satnusa Persada dikenal sebagai perakitan produsen smartphone Asus dan Xiaomi.

ICI pabrik di Batam direncanakan untuk merakit Sharp ponsel yang akan dipasarkan di dalam negeri. Tajam itu sendiri telah menjadi bagian dari Foxconn setelah diakuisisi pada bulan Maret tahun senilai Rp 46.5 triliun.

“Saat ini untuk kebutuhan di Indonesia, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk memasok negara-negara tetangga, dekat dari Batam,” kata Sukaca.

Set menyambut Kepri Industrial Zone, jika perdagangan bebas Agrement diterapkan juga untuk industri di Batam. Sehingga dapat yang membuat industri di Batam dapat bergerak, tanpa harus bergantung pada permintaan untuk barang-barang dari luar negeri.

“Itu (FTA Batam, merah) kami meminta,” kata Wakil Koordinator HKI Kepri, Tjaw Hoieng pada Batam Pos.

Dia mengatakan partai di industri di Batam sejak tahun lalu, mencoba berjuang untuk FTA diterapkan juga di Batam. Sehingga dapat bersaing dengan perusahaan di luar negeri yang memasok barang-barang yang sama diproduksi oleh industri di Batam untuk pasar domestik.

“Bagaimana kita ingin bersaing, jika dikenakan bea masuk 15 persen,” katanya.

Sedangkan perusahaan yang sama, yang sama diproduksi barang dari pabrik-pabri terletak di negara-negara ASEAN dapat memasukkan barang-barang mereka tanpa bea masuk. “Nol persen, aku tidak akan pergi,” katanya.

Ia berharap FTA ini dapat ditinjau kembali, dan dapat diterapkan ke Batam di masa depan. Jadi industri di Batam dapat memperluas dan dapat bergerak lagi. Dia berkata banyak barang yang diproduksi oleh industri di Batam sangat banyak dan cukup lengkap.

“Untuk Batamindo aja, ada beberapa item yang dapat dijual di pasar domestik,” katanya.

Dia mengutip perusahaan yang memproduksi “bagian otomotif”. Perusahaan ini dapat menyediakan Daihatsu dan Toyota. “Tetapi jika Anda memasukkan barang ke negara dengan sistem yang sekarang, kehilangan daya saing dengan perusahaan sejenis di negara-negara ASEAN Vietnam, Malaysia dan Thailand yang dapat mengurangi entri 0 persen,” katanya.

Sebelumnya, kepala Bank Indonesia perwakilan dari Kepulauan Riau, Gusti Raizal Eka Putra disebutkan satu solusi untuk mengatasi perlambatan ekonomi di Batam, yang dikenakan FTA. Katanya pelaksanaan Bea persen nol bisa merangsang perekonomian di Batam lagi.

“Itu sedang ditinjau pada pemerintah pusat,” katanya

Batam populasi dan badan registrasi sipil tercatat lonjakan dalam populasi yang tersisa Batam dalam dua bulan terakhir. Kurangnya pekerjaan adalah alasan utama penduduk tidak lagi hidup di kota industri ini.

Berdasarkan catatan Disdukcapil, April ini hanya dikeluarkan 1,190 sertifikat dari bergerak (SKP). Tapi nomor meningkat pada bulan Mei, menyentuh jumlah 1429 lembar. Dua bulan terakhir ada 2,619 orang yang meninggalkan Batam. “Dalam satu hari, mungkin ada sekitar 80 hingga 90 orang-orang yang merawat bergerak e-mail keluar,” kata kepala Disdukcapil Batam, Khaidar mengatakan, Selasa (6/6).

Alasan untuk memindahkan warga dari kota terbesar di Kepulauan Riau berada di luar kota bervariasi. Mulai dari ikuti suami untuk melanjutkan pendidikan. Tapi alasan paling dominan menurut dia karena tidak ada pekerjaan di Batam. “Ini mungkin meningkatkan jumlah dibandingkan bulan sebelumnya,” katanya.

Sementara itu, penduduk yang datang ke Batam dalam dua bulan terakhir cenderung menurun. Tapi akumulasi, nomor tetap lebih besar dari orang-orang yang pindah dari Batam.

Data Disdukcapil April lalu mengeluarkan sertifikat dari kedatangan (SKD) sebanyak 1985 lembar. Itu turun pada bulan Mei untuk hanya 1.394. Jika berjumlah, ada sekitar 3,379 penduduk yang memasuki Batam dalam dua bulan. Sementara total populasi yang keluar hanya 2,619. Dari sebuah perhitungan sederhana yang dikenal, Batam populasi meningkat 760 jiwa selama dua bulan terakhir melalui proses masuk populasi.

“Dalam beberapa pekan terakhir jumlah keluar batam telah meningkat dari biasa,” kata kepala Dinas Disident dan pendaftaran Divisi Batam, Muhammad Teddy Nuh.

Dia menambahkan bahwa dalam satu hari pemohon yang merawat Batam outgoing mail rata-rata 80-90 file. Saat masuk ke Batam mulai dari 80 hingga 100 orang. Dengan daerah tujuan tertinggi yang pulau Jawa untuk mengejar

UL Sumatera. “Biasanya sebagian migran. Bulan ini bukan naik keluar. Dengan berbagai alasan, “katanya. Sebelumnya Batam departemen tenaga kerja (Disnaker) mencatat, Batam masih tidak mereda kehendak dari terburu-buru pencari kerja dari regional lura. Meskipun memperlambat pertumbuhan ekonomi dan sejumlah company

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*
*
Website